Sabtu, 25 Januari 2014

History of Mathematics



Sejarah Matematika
Matematika adalah alat yang dapat membantu memecahkan berbagai permasalahan (dalam pemerintahan,industri, sains). Sejarah matematika adalah penyelidikan terhadap asalmula penemuan di dalam matematika dansedikit perluasannya, penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika dimasa silam. Dalam perjalanan sejarahnya, matematika berperan membangun peradaban manusia sepanjang masa.

Kata "matematika" berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani
yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar" juga μαθηματικός
(mathematikós) yang diartikan sebagai "suka belajar".

Metode yang digunakan adalah eksperimen atau penalaran induktif dan penalaran deduktif.Penalaran induktif adalah penarikan kesimpulan setelah melihat kasus-kasus yangkhusus. Kesimpulan penalaran induktif memiliki derajat kebenaran barangkalibenar atau tidak perlu benar.

Sebelum zaman modern dan penyebaran ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, contoh-contoh tertulis dari pengembangan matematika telah mengalami kemilau hanya di beberapa tempat.Tulisan matematika terkuno yang telah ditemukan adalah Plimpton322 (matematika Babilonia sekitar 1900 SM), Lembaran Matematika Rhind (Matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM) dan Lembaran Matematika Moskwa (matematika Mesir sekitar 1890 SM). Semua tulisan itu membahas teorema yang umum dikenal sebagai teorema Pythagoras,yang tampaknya menjadi pengembangan matematika tertua dan paling tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri.

Sumbangan matematikawan Yunani memurnikan metode-metode (khususnya melalui pengenalan penalaran deduktif dan kekakuan matematika di dalam pembuktian matematika) dan perluasan pokok bahasan matematika. Kata "matematika" berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar" juga μαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai "suka belajar". Matematika Cina membuat sumbangan dini, termasuk notasi posisional. Sistem bilangan Hindu-Arab dan aturan penggunaan operasinya, digunakan hingga kini, mungkin dikembangakan melalui kuliah pada milenium pertama Masehi di dalam matematika India dan telah diteruskan ke Barat melalui matematika Islam. Matematika Islam, pada gilirannya, mengembangkan dan memperluas pengetahuan matematika ke peradaban ini. Banyak naskah berbahasa Yunani dan Arab tentang matematika kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, yang mengarah pada pengembangan matematika lebih jauh lagi di Zaman Pertengahan Eropa.

Dari zaman kuno melalui Zaman Pertengahan, ledakan kreativitas matematika seringkali diikuti oleh abad-abad kemandekan. Bermula pada abad Renaisans Italia pada abad ke-16, pengembangan matematika baru, berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, dibuat pada pertumbuhan eksponensial yang berlanjut hingga kini.

Sejarah matematika dilihat :
Secara Geografis
1. Mesopotamia
- Menentukan system bilangan pertama kali
- Menemukan system berat dan ukur
- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi
berbentuk baji
2. Babilonia
- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125
- Penemu kalkulator pertama kali
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
- Geometrinya bersifat aljabaris
- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang
berkembang
- Sudah mengenal teorema Pythagoras
3. Mesir Kuno
- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
-Mengenal tripel Pythagoras
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10
4. Yunani Kuno
- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
- Pencetus awal konsep nol adalah Al Khwarizmi
- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan
kerucut
- Hipassus penemu bilangan irrasional
- Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya
merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah
persamaan)
- Archimedes membuat geometri bidang datar
- Mengenal bilangan prima
5. India
- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi
dan segitiga pascal
6. China
- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner,
aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus
- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu
persamaan kuadrat, kubikdan qualitik
- Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan persamaan
Kuadrat.

Hubungan Filsafat Dengan Matematika
Matematika dan filsafat mempunyai sejarah keterikatan satu dengan yang lain sejak jaman Yunani Kuno. Matematika di samping merupakan sumber dan inspirasi bagi para filsuf, metodenya juga banyak diadopsi untuk mendeskripsikan pemikiran filsafat. Kita bahkan mengenal beberapa matematikawan yang sekaligus sebagai sorang filsuf, misalnya Descartes, Leibniz, Bolzano, Dedekind, Frege, Brouwer, Hilbert, G¨odel, and Weyl. Pada abad terakhir di mana logika yang merupakan kajian sekaligus pondasi matematika menjadi bahan kajian penting baik oleh para matematikawan maupun oleh para filsuf. Logika matematika mempunyai peranan hingga sampai era filsafat kontemporer di mana banyak para filsuf kemudian mempelajari logika. Logika matematika telah memberi inspirasi kepada pemikiran filsuf, kemudian para filsuf juga berusaha mengembangkan pemikiran logika misalnya “logika modal”, yang kemudian dikembangkan lagi oleh para matematikawan dan bermanfaat bagi pengembangan program komputer dan analisis bahasa. Salah satu titik krusial yang menjadi masalah bersama oleh matematika maupun filsafat misalnya persoalan pondasi matematika. Baik matematikawan maupun para filsuf bersama-sama berkepentingan untuk menelaah apakah ada pondasi matematika? Jika ada apakah pondasi itu bersifat tunggal atau jamak? Jika bersifat tunggal maka apakah pondasi itu? Jika bersifat jamak maka bagaimana kita tahu bahwa satu atau beberapa diantaranya lebih utama atau tidak lebih utama sebagai pondasi? Pada abad 20, Cantor diteruskan oleh Sir Bertrand Russell, mengembangkan teori himpunan dan teori tipe, dengan maksud untuk menggunakannya sebagai pondasi matematika. Namun kajian filsafat telah mendapatkan bahwa di sini terdapat paradoks atau inkonsistensi yang kemudian membangkitkan kembali motivasi matematikawan di dalam menemukan hakekat dari sistem matematika.
Dengan teori ketidak-lengkapan, akhirnya Godel menyimpulkan bahwa suatu sistem matematika jika dia lengkap maka pastilah tidak akan konsisten; tetapi jika dia konsisten maka dia patilah tidak akan lengkap. Hakekat dari kebenaran secara bersama dipelajari secara intensif baik oleh filsafat maupun matematika. Kajian nilai kebenaran secara intensif dipelajari oleh bidang epistemologi dan filsafat bahasa. Di dalam matematika, melalui logika formal, nilai kebenaran juga dipelajari secara intensif. Kripke, S. dan Feferman (Antonelli, A., Urquhart, A., dan Zach, R. 2007) telah merevisi teori tentang nilai kebenaran; dan pada karyanya ini maka matematika dan filsafat menghadapi masalah bersama. Di lain pihak, pada salah satu kajian filsafat, yaitu epistemologi, dikembangkan pula epistemologi formal yang menggunakan pendekatan formal sebagai kegiatan riset filsafat yang menggunakan inferensi sebagai sebagai metode utama. Inferensi demikian tidak lain tidak bukan merupakan logika formal yang dapat dikaitkan dengan teori permainan, pengambilan keputusan, dasar komputer dan teori kemungkinan.
Para matematikawan dan para filsuf secara bersama-sama masih terlibat di dalam perdebatan mengenai peran intuisi di dalam pemahaman matematika dan pemahaman ilmu pada umumnya. Terdapat langkah-langkah di dalam metode matematika yang tidak dapat diterima oleh seorang intuisionis. Seorang intuisionis tidak dapat menerima aturan logika bahwa kalimat “a atau b” bernilai benar untuk a bernilai benar dan b bernilai benar. Seorang intuisionis juga tidak bisa menerima pembuktian dengan metode membuktikan ketidakbenaran dari ingkarannya. Seorang intuisionis juga tidak dapat menerima bilangan infinit atau tak hingga sebagai bilangan yang bersifat faktual. Menurut seorang intuisionis, bilangan infinit bersifat potensial. Oleh karena itu kaum intuisionis berusaha mengembangkan matematika hanya dengan bilangan yang bersifat finit atau terhingga.
Banyak filsuf telah menggunakan matematika untuk membangun teori pengetahuan dan penalaran yang dihasilkan dengan memanfaatkan bukti-bukti matematika dianggap telah dapat menghasilkan suatu pencapaian yang memuaskan. Matematika telah menjadi sumber inspirasi yang utama bagi para filsuf untuk mengembangkan epistemologi dan metafisik. Dari pemikiran para filsuf yang bersumber pada matematika diantaranya muncul pemikiran atau pertanyaan: Apakah bilangan atau obyek matematika memang betul-betul ada? Jika mereka ada apakah di dalam atau di luar pikiran kita? Jika mereka ada di luar pikiran kita bagaimana kita bisa memahaminya? Jika mereka ada di dalam pikiran kita bagaimana kita bisa membedakan mereka dengan konsep-konsep kita yang lainnya? Bagaimana hubungan antara obyek matematika dengan logika? Pertanyaan tentang “ada” nya obyek matematika merupakan pertanyaan metafisik yang kedudukannya hampir sama dengan pertanyaan tentang keberadaan obyek-obyek lainnya seperti universalitas, sifat-sifat benda, dan nilai-nilai; menurut beberapa filsuf jika obyek-obyek itu ada maka apakah dia terkait dengan ruang dan waktu? Apakah dia bersifat aktual atau potensi? Apakah dia bersifat abstrak? Atau konkrit? Jika kita menerima bahwa obyek matematika bersifat abstrak maka metode atau epistemologi yang bagaimana yang mampu menjelaskan obyek tersebut? Mungkin kita dapat menggunakan bukti untuk menjelaskan obyek-obyek tersebut, tetapi bukti selalu bertumpu kepada aksioma. Pada akhirnya kita akan menjumpai adanya “infinit regress” karena secara filosofis kita masih harus mempertanyakan kebenaran dan keabsahan sebuah aksioma.
Hannes Leitgeb di (Antonelli, A., Urquhart, A., dan Zach, R. 2007) di “Mathematical Methods in Philosophy” telah menyelidiki penggunaan matematika di filsafat. Dia menyimpulkan bahwa metode matematika mempunyai kedudukan penting di filsafat. Pada taraf tertentu matematika dan filsafat mempunyai persoalan-persoalan bersama. Hannes Leitgeb telah menyelidiki aspek-aspek dalam mana matematika dan filsafat mempunyai derajat yang sama ketika melakukan penelaahan yatitu kesamaan antara obyek, sifat-sifat obyek, logika, sistem-sistem, makna kalimat, hukum sebab-akibat, paradoks, teori permainan dan teori kemungkinan. Para filsuf menggunakan logika sebab-akibat untuk untuk mengetahui implikasi dari konsep atau pemikirannya, bahkan untuk membuktikan kebenaran ungkapan-ungkapannya. Joseph N. Manago (2006) di dalam bukunya “ Mathematical Logic and the Philosophy of God and Man” mendemonstrasikan filsafat menggunakan metode matematika untuk membuktikan Lemma bahwa terdapat beberapa makhluk hidup bersifat “eternal”. Makhluk hidup yang tetap hidup disebut bersifat eternal.

Magic and Mathematics Versi II



 Pertama-tama saya akan mengenalkan trik sulap ini karena ini merupakan permainan dari JOE SANDI “THE MASTER”. Teman-teman pasti sudah kenal ataupun sudah pernah nonton acara “THE MASTER” dan pemenang pada episode pertama adalah JOE SANDI. Pernahkan lihat JOE memainkan trik sulap angka yang menyusun angka-angka dalam kotak berukuran 4×4.
Sampai-sampai
DEDDY COBUZIER salut terhadapnya atas kemampuan otaknya untuk menyusun angka-angka dalam waktu singkat. Anda pasti beranggapan bahwa ia memang betul-betul menggunakan kecepatan berhitung otaknya. Tapi menurut saya itu hanyalah trik belaka, dan merupakan rumus-rumus yang sederhana. Anda pun bisa mencobannya dengan cara yang akan saya berikan ini. Follow me……..
Kita dapat membuat hasil suatu hitungan sama baik horizontal, vertikal, tengah, sudut dan dari sisi mana pun dengan menggunakan rumus berikut :
A      B     C     D
D-3  C+3  B-1  A+1
B+1  A-1  D-1  C+1
C+2  D-2  A+2  B-2
photo dibawah ini persis dengan rumus diatas, bisa kamu cetak dan dipelajari.
Caranya tinggal ganti huruf abcd dengan angka dan tinggal di jumlahkan contohnya lihat gambar :
1 2 3 4
1 6 1 2
3 0 3 4
5 2 3 0
Angka a diganti dengan 1, b =2, c = 3, d = 4
Anda dapat mengganti angka tersebut dari nol sampai berapapun. Hasil dari perhitungan di atas lihat gambar. Coba jumlahkan dari horizontal sama vertikal berapa hasilnya ? Bukan Sulap Bukan Sihir (tapi matematika) seluruhnya berjumlah sepuluhkan.
So, anda mau rubah angka nya sampai berapa pun hasilnya tetap sama jika dilihat dari sisi mana pun seperti JOE SANDI…..yha kan
4.  Trik Suap Dadu Joe Sandy
Inilah sulap dadu ala Joe Sandy saat pembukaan “the master season 3″
Ditranslasikan dan dikembangkan dari Magic Symbols oleh Wiku Pulangasih the Online Magician.
Effects : Dengan mata tetutup dan perhitungan matematis, anda bisa menebak angka 3 dadu yang dilemparkan oleh seseorang.
Prosedur :
1.  Di awal show, katakan apabila anda menebak angka satu buah dadu yang dilemparkan, dan tebakan anda benar, itu adalah sebuah kebetulan. Jika anda menebak angka dua buah dadu yang dilemparkan, dan tebakan anda benar, itu memang sedikit mengesankan, tapi orang masih akan menganggapnya kebetulan. Oleh karena itu, katakanlah bahwa anda akan menebak angka 3 buah dadu dengan mata tertutup dan perhitungan matematis.
2.  Panggil seorang sukarelawan dan suruh ia melemparkan 3 buah dadu . Misal dadu pertama 6, dadu kedua 5, dan dadu ketiga 1.
3.  Suruh ia mengalikan dua angka pada dadu pertama (6 x 2 = 12)
4.  Tambah angka tersebut dengan 5 (12+5=17)
5.  Kalikan 5 angka tersebut (17 x 5 = 85)
6.  Suruh ia menambahkannya dengan angka pada dadu kedua (85 + 5= 90)
7.  Kalikan 10 (90×10 = 900)
8.  Tambahkan dengan angka pada dadu ketiga (900+1=901)
Minta sang sukarelawan menyebutkan angka total yang ia peroleh. Yang harus anda lakukan, kurangilah angka tersebut dengan 250 untuk mengetahui angka dadu yang dilemparkan sang sukarelawan. Dalam kasus ini, 901-250 = 651. Berarti dadu pertama bernilai 6, dadu kedua bernilai 5, dan dadu ketiga bernilai 1.


Math Education

Satu lagi permainan yang memanfaatkan Matematika “Prediksi Angka Dalam Penjumlahan”.
  • Langkah 1: tunjuk beberapa murid untuk menyebutkan masing-masing satu angka. Angka dari murid-murid tersebut kita susun membentuk digit angka (kita buat aja 6 digit angka, lebuh atau kurang boleh aja)
  • Langkah 2: kita buat prediksi jawaban (agar berkesan sulap kita tulis di kertas lalu kita masukkan pada tas siswa dan tidak boleh dibuka sampai permainan selesai)
  • Langkah 3: kita tunjuk beberapa siswa lagi untuk menyebut masing-masing satu angka sebanyak 6 digit, lalu kita susun dibawah digit angka yang pertama.
  • Langkah 4: kita tulis angka dibawah digit angka kedua jangan lupa ini rahasia ke 1 ( angka yang kita masukkan jika dijumlah dengan masing-masing angka adalah 9)
  • Langkah 5: kita tunjuk beberapa siswa lagi untuk menyebut masing-masing satu angka sebanyak 6 digit, lalu kita susun dibawah digit angka yang kita buat.
  • Langkah 6: kita tulis angka dibawah digit angka kedua jangan lupa ini rahasia ke 2 ( angka yang kita masukkan jika dijumlah dengan masing-masing angka adalah 9)
  • Langkah 7: Mintalah satu siswa untuk menjumlahkan susunan angka tadi sehingga terbentuk jawaban
  • Langkah 8: kita minta salah satu siswa yang tasnya kita beri kertas jawaban untuk membuka prediksi yang kita buat dan wooow siswa akan bertepuk tangan keheranan.
Ringkasan langkahnya adalah
678954      angka yang dibuat siswa (prediksi kita 2678952 simpan jawaban ini)
378621      angka yang dibuat siswa
621378      angka yang kita buat
467231      angka yang dibuat siswa
532768 + angka yang kita buat
2678952      jawabannya sama dengan prediksi kita
Agar permainan lebih seru buat digit angka yang lebih banyak
(cara membuat prediksi jawaban depan angka kita beri angka 2 dan angka belakan kita kurangi 2)
Misalkan:
  • angka 678954 maka jawabannya 2678952
  • angka 967523 maka jawabannya 2967521
  • angka 136571 maka jawabannya 2136569
Dirangkum dari berbagai sumber.